KACAMATA, 10 APRIL 2015

Apa gunanya kacamata? Anda pasti bisa membedakan kacamata yang dipakai oleh seorang Melly Gouslaw dengan kacamata yang dipakai oleh Profesor Rhenald Kasali. Yang satu untuk keindahan kalau orang lain melihat dirinya, yang satunya adalah untuk kejelasan kalau ia melihat obyek di luar dirinya.
            Dalam kehidupan, cara kita bereaksi terhadap peristiwa atau obyek, juga ditentukan oleh dua jenis kacamata ini. Jika anda hanya menggunakan sebagai keindahan, maka kacamata disitu hanya menjadi alat pelengkap kehidupan anda. Seandaianya dilepaspun, tidak terlalu berpengaruh dalam hidup anda. Sebaliknya, jika anda memakai kacamata yang memiliki fungsi untuk melihat, maka kacamata disitu menjadi bagian yang penting dalam hidup ini.
            Dalam mind manajemen, cara kita melihat dan memaknai obyek ini disebut persepsi. Analoginya, jika anda memandang obyek dengan kacamata minus 1,5 belum jelas, maka anda harus menggantinya dengan minus di atasnya, agar supaya obyeknya dapat anda lihat dengan jelas. Ini artinya, jika dalam kehidupan sehari-hari anda melihat obyek sebagai masalah, maka anda harus ganti kacamatnya. Bayangkan jika kacamata anda tidak jelas menangkap obyek, anda paksakan atau anda cuekkan, apa yang terjadi? Atau, bagaimana pula ketika terik matahari anda memakai kacamata hitam?
            Jadi, kalau anda mempraktekkan analogi KACAMATA dalam hidup anda, maka anda akan dengan mudah mengatasi setiap masalah yang menempa anda. Mengganti cara pandang adalah merupakan upaya aktif untuk menangkap solusi, bukan memelihara masalah. Saya sering menjumpai beberapa orang yang bercerita tentang masalahnya yang tak pernah selesai dalam hidupnya. Mereka cuek terhadap sudut pandang yang digunakan tidak pernah diganti, sehingga kegagalan, penderitaan, masalah seolah-olah memiliki umur yang panjang dalam hidupnya.
            KACAMATA harus selalu dicheck, bisa jadi minus kita berkurang atau bertambah. Sadar minus adalah sadar akan kelemahan yang kita miliki untuk mendapatkan cara agar kita menjadi lebih kuat. Awal pergantian kacamata biasanya membuat mata kita terkaget-kaget, tapi begitu sudah biasa, semuanya menjadi jelas. Saya mengajak teman yang jika belajar tidak pernah bisa cepat memahami, dengan cara melihat persoalan dengan cara lain. Biasanya ia hanya menggunakan kacamata  COPY PASTE, saya ajak untuk memakai  ANALISA LOGIKA. Pertama pasti ia terkaget-kaget, karena meskipun gampang hilang dari ingatan, COPAS lebih gampang daripada ANLOG. Dia baru sadar bahwa yang membuat ia lama berproses menjadi seorang expert,ternyata dia selalu memakai kacamata COPAS.
            KACAMATA saat kita sekolah, saat kita kuliah, hingga saat menjadi ayah, pasti beda-beda. Ukuran tubuh, ukuran otak kita, dan lingkungan kita berubah, maka kacamatanya sudah selayaknya harus berubah. Hidup ini banyak ditentukan oleh pilihan kacamata kehidupan yang kita pakai. Saya pernah ketawa ketika di SMP pernah menaksir teman yang sekarang ini menjadi ibu-ibu yang gemuk, bulat dan berambut kriting. Kenapa? Karena kacamata kehidupan yang saya pakai sekarang sudah berbeda dengan kacamata waktu SMP.               

bekamind

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram