Anak saya
bingung setiap nonton TV, karena penyanyi mengulas kesehatan, politisi menjadi
juri lomba lawak, pakar hukum mengkomentari sebuah tarian. Bisa anda bayangkan
hukum yang tegas harus berbicara tentang kelenturan dalam tari, pasti nggak
nyambung. Belum lagi tentang munculnya upaya pengesahan kawin siri melalui
internet.Anak saya selalu bilang,”Ini Indonesia kok semakin tidak spesifik
ya,pa..”
Sekarang ini kita memang perlu untuk
belajar tentang spesifikasi. Debat yang dilakukan oleh para tokoh-tokoh akhir-akhir
ini, memang kesana-kemari, mau menang sendiri, perkara enggak nyambung – yang penting
bikin bingung. Anda tahu, modal yang ngetrend untuk bisnis kita sekarang adalah
“kemampuan membikin Bingung”.Penyanyi, Pelawak, Politisi,bahkan sampai ke tokoh
agama – yang punya kemampuan “Biking Bingung alias Bbnya “ pinter, maka namanya
langsung naik daun. Bahkan beberapa bisa menjadi trending topic dimana-mana.
Kita sekarang ini perlu spesifikasi
alias pengerucutan dari yang bersifat umum menjadi yang spesifik. Biar teman
bicara kita jelas, yang diomongkan apa, tujuannya apa, dampaknya seperti apa.
Dari pendidikan kita sudah diajari tentang spesifikasi ini. Di pendidikan dasar
kita masih menerima pendidikan secara umum. Di SMA, kita mulai dispesifikkan
menjadi IPS atau IPA. Di Perguruan Tinggi, kita dispesifikan lagi IPA yang ke
arah Teknik Sipil, Biologi, atau Kedokteran. Di jenjang berikutnya, kita
dispesifikasikan lagi dari DOKTER – menjadi dokter khusus Saraf, dokter khusus
Jantung, atau khusus GIGI.
Nah, berkaca dari pengajaran
spesifikasi ini, anda bisa bayangkan kalau seorang terkena penyakit JANTUNG
didiagnosis oleh seorang dokter GIGI. Ketika pasien ini bilang dadanya sakit,
maka dokter gigi ini bilang, “ Kalau
sudah sakit nyut-nyutan terus menerus seperti itu, berarti jantung bapak harus
segera dicabut...” Apa akibatnya?
Spesifikasi di jaman yang membingungkan,
yang serba overlaping ini menjadi bagian penting untuk membuat negri ini bisa
lebih jelas lagi. Spesifikasi dalam karir, juga sangat membantu setiap orang
untuk menjadi lebih dihargai. Kini anda tidak bisa hanya mengatakan pakar
bisnis. Orang akan tanya bisnis apa? Kemudian orang akan tanya lagi, di bidang
apa? Semakin spesifik kemampuan anda, semakin mahal harga anda di masyarakat.
Melalui restorasi mental ini, saya
ingin mengajak anda semua mengkritisi diri sendiri secara spesifik. Untuk apa
saya bekerja? Untuk apa saya kuliah? Untuk siapa? Kenapa saya harus bekerja?
Kenapa saya harus kuliah? Spesifikasi, mengajari kita tentang kesadaran diri
pribadi sebagai bagian dari pribadi-pribadi yang lain. Sampai jumpa.
Dengarkan terus RESTORASI MENTAL (102,8 JFM)
Sabtu 09.00-10.00 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar