ANALOGI SANDAL JEPIT, 21 Februari 2015.

Apa yang anda tangkap tentang harga sebuah sandal jepit? Pasti jawaban anda sama : “Murah!” Dimana kegunaan sandal jepit ? Jawaban anda rata-rata juga pasti sama : “Di tempat-tempat yang becek, di kamar mandi, atau tempat-tempat yang jauh dari kesan “prestisius”. Apakah anda kehilangan jika sandal jepit anda yang murah ini rusak? Jawaban anda pasti “tidak”, karena harganya murah. Tetapi bagaimana jika sepatu anda yang harganya jutaan rusak? Anda pasti bingung dan menangisinya...ah, betapa kasihannya sandal jepit. Fungsinya jauh lebih berat, tetapi anda mengabaikannya.
Pernahkah anda berterimakasih dan menyapanya dengan hormat terhadap pembantu rumah tangga anda? Seberapa sering anda minta maaf kepada pembantu rumah anda jika anda melakukan kesalahan? Seberapa sering anda memperlakukan orang-orang miskin, atau orang yang tersingkir, seperti anda memperlakukan sahabat-sahabat anda yang setara atau tokoh dan pejabat-pejabat yang anda kenal?

Kita kadang lupa, bahwa perguliran kehidupan kita sehari-hari, tak lepas dari peran mereka. Anda bayangkan jika orang kaya yang rumahnya teramat besar, tetapi tidak ada orang miskin yang rela mempersembahkan tenaga dan waktunya buat mereka? Ibarat sebuah sandal jepit yang kuat, mereka bisa berpuluh –puluh tahun rela melayani tuannya dengan iklas. Bagaimana seorang tuan besar bisa hidup tenang, jika mereka harus membukakan sendiri gerbang rumahnya yang megah, kemudian membuatkan sendiri minuman, kemudian mengunci sendiri gerbang rumahnya yang besar pada malam hari?

Saya pernah membaca sebuah buku yang menceritakan pengandaian seorang calon manusia, ketika akan diturunkan ke bumi, dia diberitahu Tuhan untuk menjadi manusia. Calon manusia ini protes, karena di surga jauh lebih nyaman ketimbang jadi manusia. Nah, sekarang anda bayangkan mereka yang bernasib seperti sandal jepit ini, dia diberitahu oleh Tuhan bahwa hidupanya akan menjadi layaknya sandal jepit, dan dia menyataha : “Tuhan, aku bersedia. Aku akan bekerja keras dan melayani sebaik-baiknya, karena kehendak dan ketetapanmu tidak pernah salah”. Woou...betapa hebatnya mereka. Mereka turun dengan iklas sebagai manusia yang menjadi orang kecil yang melayani dengan tulus.

Melalui siaran ini, saya hanya ingin sejenak mengajak anda, untuk peduli pada mereka yang tersingkir, miskin, diabaikan, dan tak berdaya. Sapaan yang manusiawi, sentuhan yang bermartabat, senyum yang tulus, adalah bentuk apresiasi yang membuat mereka menjadi kuat. Jika anda merasa tergerak melalui siaran ini, anda cukup memberikan sesuatu yang sangat sederhana, senyum dan sapaan yang iklas. Cukup diawali dengan senyum dan sapaan yang iklas ini, anda akan tahu seberapa besar anda menghargai mereka yang miskin, tersingkir dan selalu mendapatkan pengabaian dari sesamanya.

Mari kita mulai dari orang-orang yang paling dekat dengan anda....


Dengarkan terus RESTORASI MENTAL (102,8 JFM)
Sabtu 09.00-10.00 WIB


bekamind

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram