Siapa yang
tidak mengenal Norman Kamaru, dulu ia terkenal dengan goyangan Indianya yang di
unggah lewat youtube sewaktu dia
masih menjabat sebagai briptu di kepolisian. Karena kepopulerannya, akhirnya
dia mengundurkan diri dari kepolisian dan lebih memilih terjun ke dunia hiburan
tanah air. Namun setelah lama tidak muncul di layar televisi, beberapa hari ini
tersiar kabar kalau Norman Kamaru membuka usaha di sebuah ruko kecil di daerah jakarta dan disitu ia berjualan
bubur khas manado. Ini tentu bukan keptusan yang salah, tapi para penggemarnya
shock, karena bintang pujaannya ini memasak dan melayani para pembeli bubur
sendirian. Seorang ibu yang menyaksikan bahkan sontak bilang,”Kasihaaan...”
Norman
Kamaru memang memilih jadi artis ketimbang jadi polisi. Pasalnya, gebyar dunia
keartisan yang penuh dengan hura-hura membuat Norman nekat mengundurkan diri
dari tugasnya sebagai polisi. Sayangnya saat dia sedang di atas, Norman lupa
bahwa dunia keartisan umurnya pendek, karena persaingan yang sangat ketat.
Caiya..caiya...caiya, pasar akhirnya beralih ke artis lain yang memang penyanyi
beneran. Sayangnya, saat berjaya Norman lupa untuk membuat jaringan relasi yang
waktu itu masih nge-fans dengan dia. Dia juga tidak melihat ke depan (vision),
kemampuan dan ketrampilan apa yang dia besok bisa kerjakan, dan yang jelas dia
lupa pepatah “dunia selalu berputar, kadang di atas, kadang di bawah.”
Dalam
kehidupan tidak semuanya tak berjalan mulus, hambatan bisa datang dari luar, bisa
juga datang dari dalam diri kita sendiri. Briptu Norman, hambatannya dia buat
sendiri. Salah satu bukti nyatanya, dia bilang, ”sampai sekarang saya kadang
masih terbayang menggunakan seragam polisi.” Ini artinya Norman tidak siap
menerima perubahan ini.
Pelajaran
berharga dari Norman Kamaru. Tetaplah terjaga disaat kamu berbahagia, karena
masih ada putaran lain yang mungkin tidak mengenakkan. Itulah gunanya belajar
“Mind Management”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar