Anthusias Peserta Pelatihan Public Speaking NLP Techniques


 Tanggal 22 Juli 2014 yang lalu, BEKA Mind mengadakan Pelatihan Public Speaking-NLP Techniques (Neuro Linguistic Program)  di Vina House Jl. Diponegoro Semarang. Dengan menghadirkan trainer Bayu Krisna. Pelatihan ini  diikuti oleh 35 peserta dari berbagai instansi di Semarang. Mereka terdiri dari kalangan mahasiswa, entrepreneur, hingga kalangan pebisnis. Sampai  angkatan ke-9 kemarin, Pelatihan Public Speaking rutin diadakan oleh BEKA Mind tiap 3 bulan sekali. Dari angkatan pertama hingga angkatan ke-8, BEKA Mind menggunakan metode Emergenetics. Namun pada angkatan ke-9 ini  menggunakan metode NLP.
Dengan metode NLP ini perbedaannya sangat terasa, dan lebih memudahkan peserta dalam mengikuti Pelatihan Public Speaking. Karena dalam pelatihan ini, Bayu Krisna bukan hanya mengajarkan bagaimana berbicara yang baik di depan audiens. Namun para peserta juga diajarkan bagaimana memberdayakan diri secara lebih maksimal, bagaimana mencari solusi untuk sebuah permasalahan yang timbul dengan kemampuan yang kita miliki, bagaimana membuat goal setting yang jelas, dan bagaimana kita menggunakan teknik rapport. Selain itu, metode NLP tidak hanya bisa diterapkan di dalam dunia bisnis saja tetapi  juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, relationship dengan suami, anak bahkan lingkungan sosial.
Di awal sesi pelatihan, para peserta diajak menulis komitmen ke depan,  kemudian dibaca secara bersama–sama dan ditanda tangani  oleh peserta lain, sebagai saksi atas komitmen yang dibuat. Baru di awal sesi, anthusiasme para peserta sudah terlihat. Misalnya ketika Bayu Krisna baru memberikan beberapa materi dasar NLP dan memberi contoh bagaimana cara membuat goal setting yang benar, peserta langsung menghujani Bayu Krisna dengan berbagai pertanyaan. Bahkan ada pertanyaan yang sifatnya personal.
Di luar jam pelatihan, Bayu Krisna juga memberikan teraphy bagi peserta yang mempunyai problem tersendiri contohnya seperti phobia. Dengan NLP Techniques,  peserta dibimbing untuk menyembuhkan diri sendiri. Beberapa phobia yang ditangani Bayu Krisna saat itu misalnya “phobia terhadap peniti”. Hal tersebut dialami oleh Ibu Wiwik, salah satu staff dari UDINUS. Dengan metode NLP peserta dibimbing oleh Bayu Krisna untuk keluar dari phobianya. Ibu Wiwik, yang pada awalnya tidak berani memegang peniti sama sekali bahkan melihat peniti saja sudah takut,  setelah dilakukan therapy beberapa menit  langsung berani memegang peniti bahkan meremas–remasnya.
Phobia lainnya adalah “phobia terhadap lingkaran”. Hal ini dialami oleh Ibu Tati, salah satu  manager penjualan PT. Pos Indonesia. Ibu Tati menceritakan  bahwa dirinya seperti ditarik-tarik ke dalam lingkaran setiap kali melihat sebuah lingkaran. Dan saat memaksakan diri untuk melihat lingkaran, akan merasa sangat pusing dan mau pingsan. Setelah di therapy selama 5 menit, phobia Ibu Tati hilang. Sekarang Ibu Tati bisa melihat lingkaran tanpa ada perasaan ditarik-tarik untuk masuk ke dalam lingkaran lagi.









 

Teraphy peserta Pelatihan Public Speaking NLP Techniques

Waktu 1 hari terasa kurang untuk mengikuti Pelatihan Public Speaking-NLP Technique, peserta seakan-akan enggan beranjak dari tempat duduknya. Karena biasanya BEKA mengadakan Pelatihan Public Speaking dengan durasi 2 hari. Akan tetapi Pelatihan Public Speaking kali ini diselenggarakan hanya 1 hari untuk menghormati peserta yang menjalankan ibadah puasa. Sebelum mengakhiri pelatihan, beberapa peserta sempat melontarkan kalimat, karena terlalu asyik waktu pelatihan jadi berjalan terlalu cepat, bahkan ada peserta yang minta besok pagi dilanjutkan lagi.
Anda berminat mengikuti Pelatihan Public Speaking bersama Bayu Krisna ? Hubungi BEKA Mind di : 024-8509303 atau ikuti terus info-info pelatihan kami di www.bekamind.blogspot.com, follow twitter BEKA Mind @BK_BayuKrisna dan @pelatihan_mind, like fans page BEKA Mind www.facebook.com/BekaMindRevolution

bekamind

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram