Mungkin
judul ini membuat shock sebagian pembacanya! Tapi memang inilah
kenyataannya. Kesalahan yang telah turun temurun diyakini sebagai
kebenaran. Kebahagiaan adalah rasa tentram sekaligus sukacita, yang
muncul karena adanya kesadaran bahwa "Kita hidup dikehendaki oleh Sang
Maha Mulia, Tuhan!".Jadi kebahagiaan tidak pernah bisa berkurang dan
bertambah, karena ia ada dalam ruh dan raga, yang telah ditiupkan oleh
Allah. Kebahagiaan tidak akan pernah berkurang, meskipun kita sedang
mengalami kejengkelan, kemarahan, atau bahkan kebencian. Kebahagiaan
tetap ada, sekalipun ia tidak tampak dalam mata pikiran dan perasaan
kita. Kebahagiaan bersifat abadi, ada sejak kita menjadi ada atas
kehendakNya. Juga tidak bisa ditambah dalam ukuran manusia, atau saat
anda gembira kemudian kebahagiaan Anda bertambah.
Perasaan adalah perasaan, bukan kebahagiaan. Bisa saja seseorang menangis, tetapi ia tetap bahagia. Atau bisa saja Anda gembira, tetapi belum tentu Anda melihat kebahagiaan. Kebahagiaan adalah anugerah yang disertakan Tuhan sejak manusia diciptakannya. Untuk itulah kebahagiaan bukanlah perasaan, tetapi kesadaran. Jadi jangan pernah mengatakan,"Saya kurang bahagia, karena saya dikhianati orang yang Saya cintai.." Itu hanyalah perasaan sedih dan kecewa, bukan kebahagiaan, bukan kesadaran terhadap eksistensi kita sebagai mahluk yang dikehendakiNya.Jadi, tak ada kejadian yang mengguncang perasaan Anda, berhak mengguncang kebahagiaan Anda, sebab perasaan ciptaan manusia, sementara kebahagiaan adalah ciptaan Allah.
Pemahaman salah tentang kebahagiaan ini membuat manusia berburu mencari kebahagiaan. Sebagian lagi menyamakan kebahagiaan adalah "perasaan" yang melegakan.Akibatnya, banyak orang mengatakan "sampai dimanakah batas kebahagiaan itu?" Jika ukurannya adalah "perasaan" maka Saya jamin Anda tidak akan pernah sampai pada titik kebahagiaan.Kebahagiaan bukanlah tujuan hidup kita....Tujuan hidup kita adalah membagi kebahagiaan yang demikian berlimpah, yang telah disertakan Allah sejak kita diciptakanNya. Jika tujuan Anda adalah berbagi kebahagiaan, percayalah apa yang Anda lakukan akan memiliki dampak yang dahsyat....karena yang Anda gunakan adalah anugerahNya, bukan keinginan pikiran Anda. Saat itulah Anda akan terus menerus menjadi saluran berkahNya yang anda distribusikan kepada sesama....Selamat mencoba, mengubah cara berpikir tentang kebahagiaan.
Perasaan adalah perasaan, bukan kebahagiaan. Bisa saja seseorang menangis, tetapi ia tetap bahagia. Atau bisa saja Anda gembira, tetapi belum tentu Anda melihat kebahagiaan. Kebahagiaan adalah anugerah yang disertakan Tuhan sejak manusia diciptakannya. Untuk itulah kebahagiaan bukanlah perasaan, tetapi kesadaran. Jadi jangan pernah mengatakan,"Saya kurang bahagia, karena saya dikhianati orang yang Saya cintai.." Itu hanyalah perasaan sedih dan kecewa, bukan kebahagiaan, bukan kesadaran terhadap eksistensi kita sebagai mahluk yang dikehendakiNya.Jadi, tak ada kejadian yang mengguncang perasaan Anda, berhak mengguncang kebahagiaan Anda, sebab perasaan ciptaan manusia, sementara kebahagiaan adalah ciptaan Allah.
Pemahaman salah tentang kebahagiaan ini membuat manusia berburu mencari kebahagiaan. Sebagian lagi menyamakan kebahagiaan adalah "perasaan" yang melegakan.Akibatnya, banyak orang mengatakan "sampai dimanakah batas kebahagiaan itu?" Jika ukurannya adalah "perasaan" maka Saya jamin Anda tidak akan pernah sampai pada titik kebahagiaan.Kebahagiaan bukanlah tujuan hidup kita....Tujuan hidup kita adalah membagi kebahagiaan yang demikian berlimpah, yang telah disertakan Allah sejak kita diciptakanNya. Jika tujuan Anda adalah berbagi kebahagiaan, percayalah apa yang Anda lakukan akan memiliki dampak yang dahsyat....karena yang Anda gunakan adalah anugerahNya, bukan keinginan pikiran Anda. Saat itulah Anda akan terus menerus menjadi saluran berkahNya yang anda distribusikan kepada sesama....Selamat mencoba, mengubah cara berpikir tentang kebahagiaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar