Memeluk Penderitaan

Sejarah membuktikan, tokoh-tokoh yang melegenda sepanjang masa senantiasa mau berguru kepada orang-orang hina dan orang-orang miskin.
Mohamad Yunus mungkin bisa menjadi salah satu contoh aktual masa kini, karena kepeduliannya kepada orang miskin dilakukannya secara total. Perjuangannya bukanlah PR baginya untuk mencapai penghargaan nobel seperti yang kita lihat beberapa waktu yang lalu. Keberhasilan yang diraih oleh Yunus bukanlah ilmu-ilmu yang pernah dimilikinya dalam dunia perbankan, karena untuk pengetahuan seperti itu pastilah banyak yang melebihinya.
Ketulusan dan keiklasannya untuk meningkatkan kualitas hidup orang miskin itulah, yang membuat para gelandangan tersebut tidak tega untuk ngemplang kebaikan yang sudah diberikan oleh Yunus. Ketulusan dan keiklasan kini menjadi barang langka di negeri ini.
Keiklasan, ketulusan, dan kolaborasi akan muncul manakala kita mau mendengar, melihat, dan memaknai penderitaan di sekeliling kita. Marilah berguru kepada orang-orang hina dan miskin. Berguru kepada empat mata, dua mata yang digunakan untuk melihat bentuk-bentuk fisik, dan dua mata berikutnya adalah mata hati yang akan memberikan makna untuk melahirkan
keiklasan dan ketulusan! Selamat belajar kepada wong cilik!

bekamind

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram