Bayu Krisna, orang sering menyebutnya dengan panggilan Pak BK. Makna BK ternyata tidak sesimple 2 abjad, tapi bisa dipanjangkan dengan B-E-K-A - yang bisa diartikan sebagai Beliefs Empaty Knowledge Attitude. Itulah sepintas gambaran sosok Pak BK, memiliki Beliefs yang kuat, Empaty yang tinggi pada sekitarnya, selalu jatuh cinta dengan Knowledge, dan selalu menjaga Attitude dalam kesehariannya.
Sejak awal
Bayu Krisna selalu tertarik dengan ilmu yang bertutur tentang pikiran. Maka tahun 2014, Bayu Krisna mendalami NLP lewat
Inspirasi Indonesia dengan coach Hingdranata Nikolay. Di Inspirasi
Indonesia, Bayu Krisna telah dinyatakan lulus
sebagai Licensed Practitioner of Neuro-Linguistik Programming dan Licensed
Business Master Practitioner of NLP.
Inspirasi
Indonesia adalah institusi resmi pertama di Indonesia yang diberikan lisensi
resmi oleh Dr. Richard Bandler (Co Creator NLP) dan The Society of NLP untuk memberikan
pelatihan berbasis NLP di Indonesia.
Kami paham
beberapa trainer juga memakai basis NLP, dan mereka telah bersertifikat NLP. Tapi
tahukah Anda beda sertifikat dan lisensi? Ber-sertifikat artinya seseorang
telah mengikuti training NLP. Sementara ber-lisensi artinya telah mengikuti
training NLP, dimana coach-nya mempunyai jaringan secara resmi dengan
Co-Creator NLP. Dan Bayu Krisna mengantongi lisensi
resmi sebagai Practitioner dan Master of NLP dari Richard bandler – Co Creator of
NLP USA.
Dalam setiap
pelatihan, Bayu Krisna selalu menggunakan cara pembelajaran yang disebut
“Quantum Learning”, dimana sIstem pembelajaran harus memiliki 3 unsur yaitu ENJOY – INTERAKTIF – BISA. Setiap peserta akan
diajak enjoy dengan pelatihan yang diberikan oleh coach Bayu Krisna. Dan tiap
peserta boleh melakukan Interaktif dengan coach Bayu Krisna selama training
berlangsung, sebagai ciri bahwa peserta mengikuti training dengan
sungguh-sungguh. Dan terakhir, peserta diharapkan tidak hanya tahu secara teori,
tapi bisa melakukan perubahan sesuai arahan dari coach Bayu Krisna.
Pengalaman Profesional
Bayu Krisna mengawali karirnya sebagai penyiar radio di Solo pada tahun 1983 - 1990. Kemudian hijrah ke Jakarta bergabung dengan Radio El-Shinta Jakarta dan akhirnya ditugaskan ke TOP FM Semarang pada tahun 1990 - 1999.
Belajar dan selalu belajar itulah Bayu Krisna. Selain mengenyam pendidikan s1 di UNS Solo dan S2 di Unika Soegijapranata Semarang, berikut adalah beberapa orang yang pernah menjadi guru secara langsung. Tahun 1996 bertemu dengan Wimar Witoelar, dari beliau Bayu Krisna sempat mempunyai Event Organizer 1996 - 2000 dengan nama Top In Productions. Nama lainnya adalah Hermawan Kertajaya di tahun 2000. Oleh beliau, pada tahun 2005 - 2015 Bayu Krisna diangkat sebagai VP. Indonesia Marketing Association Jateng. Sementara tahun 2000 - 2004 Bayu Krisna sempat memimpin Java Trade House. Dan tahun 2004 - 2009 memimpin SwaConsult.
Tahun 2010 adalah tonggak bagi Bayu Krisna pernah menjadi pengasuh tetap rubrik Klinik Marketing di Suara Merdeka (2005-2015), pengasuh rubrik Tips Manajemen di majalah Consulting, pengasuh acara Inspirasi Bisnis di Radio Ichtus Semarang, Pengasuh acara Resital di JFM Semarang.
Selain aktif di KADIN Jateng, di Komisi Tetap Kewirausahaan (2011 - sekarang), Bayu Krisna pernah menjadi dosen Unika Soegijapranata, dosen Universitas Dian Nuswantoro, dosen Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang, dan dosen STIE BPD Semarang.
SEJARAH HIDUP
Bayu Krisna lahir di Solo. Sempat hijrah ke Jakarta sekitar 2 tahun, tapi akhirnya kembali lagi ke kota kelahirannya di Solo. Sejak kecil hidup keras, tanggung jawab, dan kemandirian sudah dijalaninya. Apalagi dengan sikon Ibunda yang harus bekerja sendirian sebagai tata usaha di Perhutani.
Ketika masa SMA, Bayu Krisna sempat menorehkan sejarah yang berhubungan dengan pekerjaannya sekarang. Saat di SMAN 2 Surakarta, sepulang sekolah, ia sering mengumpulkan teman-temannya untuk diberi pengetahuan tentang Public Speaking dan mereka merasa senang. Itulah awal menjadi coach Public Speaking. Selain itu ketertarikannya terhadap seni, membuat Bayu Krisna mendirikan Teater Sopo di UNS.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar